Selasa, 25 November 2014

Tiang seribu

Salah satu rumah yang ada di sekitar pelabuhan Pomaku, Timika
masih menggunakan bahan yang berasal dari kayu sebagai fondasi tiang rumah.


Rabu, 19 November 2014

Transportasi tradisonal Asmat

Perahu masyarakat kampung Biwar Darat, Distrik Akat Kabupaten Asmat Provinsi Papua.
transportasi yang sering digukana oleh sebagian masyarakat Asmat untuk mencari makan maupun untuk pergi ke tempat lainnya di sekitaran sungai.


Jumat, 07 November 2014

Pantai Kaironi (pantai peneluran penyu yang terlupakan)

KAIRONI (PANTAI PENELURAN PENYU YANG PERLU DIPERHATIKAN)
kaironi.jpgkaironi.jpgPantai Kaironi merupakan pantai yang terletak di bagian utara kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dengan panjang garis pantai ± 4 km. Menurut informasi serta penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Negeri Papua serta pengamatan pemuda-pemudi yang peduli terhadap keberlangsungan hidup penyu, mengatakan bahwa pantai Kaironi merupakan salah satu daerah pantai peneluran  penyu  yang perlu di perhatikan dan dilindungi. Pantai Kaironi perlu diperhatikan dan dilindungi karena masih tingginya intensitas peneluran penyu Lekang, Belimbing dan Hijau yang dibuktikan dengan informasi masyarakat  sekitar, penelitian – penelitian tentang penyu yang dilakukan di pantai Kaironi serta pengamatan yang dilakukan oleh pemuda-pemudi yang peduli terhadap keberlangsungan hidup penyu.
Gambar 1. Lokasi Pantai peneluran penyu di pantai Kaironi
Dari informasi masyarakat sekitar, penyu sering kali naik ke pantai untuk melakukan peneluran pada bulan-bulan tertentu yaitu pada setiap bulan November - Januari untuk penyu belimbing (Dermochelys coriacea), bulan Juli - September untuk penyu hijau (Chelonia mydas) dan bulan Maret - Mei untuk penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Dengan jumlah individu yang naik tiap malam untuk bertelur yaitu 5 - 10 ekor per hari pada musim – musim peneluran. Ada beberapa masyarakat kampung yang sudah sadar akan keberlangsungan penyu dengan tidak menangkap dan mengambil telur penyu, namun ada beberapa masyarakat juga yang masih melakukan perburuan penyu serta telur penyu. Ancaman perburuan penyu untuk dijual maupun untuk dikonsumsi sendiri oleh manusia merupakan ancaman terbesar.
            Dengan melihat ancaman tersebut ada beberapa pemuda-pemudi yang berasal dari luar kampung sekitar dan juga beberapa mahasiswa UNIPA yang ingin sekali berbuat sesuatu untuk keberlangsungan hidup penyu. Dari kepedulian tersebut maka dilakukan pengamatan dan juga pengecekan status penyu di daerah kaironi yang dilaksanakan pada tangal 6 – 8 juni 2014. Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama 2 malam, didapatkan hasil sebagai berikut :
Aktifitas malam pertama : Menemukan satu penyu Lekang yang berhasil melakukan peneluran dengan jumlah telur yang berhasil dikeluarkan yaitu 96 butir telur, serta sarang direlokasi (dipindahkan) ke daerah yang lebih aman, dikarenakan sarang awal terlalu dekat dengan daerah pasang tertinggi. Setelah merelokasi (memindahkan) sarang ke daerah yang lebih aman, ditemukan 76 tukik yang menetas dan berusaha keluar dari dalam sarang untuk menuju ke pantai.
IMG_0951.JPGIMG_1229.JPG
IMG_0941.JPG






Gambar 2. Penyu lekang yang naik ke pantai
                                                Gambar 3. Proses relokasi sarang
                                                                        Gambar 4. Tukik penyu yang telah menetas
Aktifitas malam kedua: Masyarakat lokal yang menemukan satu penyu lekang namun penyu tersebut belum sempat bertelur karena sudah di tangkap oleh masyrakat sekitar. Dari informasi yang didapatkan langsung dari masyrakat yang menemukan penyu lekang tersebut, rencananya penyu tersebut akan dibunuh dan dijual ke pasar, namun masyarakat tersebut melihat ada pemuda-pemudi yang melakukan aktifitas di pantai sehingga niat untuk membunuh dan menjual penyu tersebut di batalkan. Masyarakat sekitar dan juga pemuda-pemudi lainnya bersama-sama,melepaskan penyu lekang tersebut kembali ke laut.

IMG_0907.JPGGambar 5. Penyu lekang yang ditangkap masyarakat sekitar dan siap untuk dilepaskan ke laut
IMG_0907.JPGIMG_0907.JPGSelain melakukan aktivitas pada malam hari, pemuda - pemudi yang peduli juga melakukan aktivitas pada siang hari di pantai Kaironi, yaitu untuk melihat sarang - sarang yang telah dirusak maupun sarang - sarang yang masih baik. Dari hasil pengamatan di pantai didapatkan ada 64 sarang yang rata-rata sudah dirusak oleh binatang predator (anjing, babi,buaya) maupun dirusak oleh manusia untuk mencari telur penyu.

Gambar 6. Sarang penyu yang dirusak
           


Sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan hidup penyu di pantai kaironi ada beberapa pemuda – pemudi dan juga masyarakat setempat  yang mengusulkan untuk daerah Kaironi dijadikan kawasan perlindungan dan  juga kawasan penangkaran penyu. Namun tanpa bantuan dari berbagai pihak maka daerah pantai peneluran penyu di kaironi akan menjadi kenagan saja. Mari bersama-sama kita peduli dan turut aktif dalam perlindungan terhadap penyu namun juga tidak mengesampingkan kepentingan masyarakat sekitar..