KAIRONI (PANTAI
PENELURAN PENYU YANG PERLU DIPERHATIKAN)

Pantai Kaironi merupakan pantai
yang terletak di bagian utara kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dengan
panjang garis pantai ± 4 km. Menurut informasi serta penelitian yang dilakukan
oleh mahasiswa Universitas Negeri Papua serta pengamatan pemuda-pemudi yang peduli
terhadap keberlangsungan hidup penyu, mengatakan bahwa pantai Kaironi merupakan
salah satu daerah pantai peneluran penyu
yang perlu di perhatikan dan dilindungi.
Pantai Kaironi perlu diperhatikan dan dilindungi karena masih tingginya
intensitas peneluran penyu Lekang, Belimbing dan Hijau yang dibuktikan dengan
informasi masyarakat sekitar, penelitian
– penelitian tentang penyu yang dilakukan di pantai Kaironi serta pengamatan yang
dilakukan oleh pemuda-pemudi yang peduli terhadap keberlangsungan hidup penyu.
Gambar 1. Lokasi
Pantai peneluran penyu di pantai Kaironi
Dari informasi masyarakat sekitar,
penyu sering kali naik ke pantai untuk melakukan peneluran pada bulan-bulan tertentu
yaitu pada setiap bulan November - Januari untuk penyu belimbing
(Dermochelys coriacea),
bulan Juli - September untuk penyu hijau (Chelonia
mydas) dan bulan Maret - Mei untuk penyu lekang (Lepidochelys
olivacea). Dengan jumlah individu yang naik tiap malam untuk bertelur yaitu
5 - 10 ekor per hari pada musim – musim peneluran. Ada beberapa masyarakat
kampung yang sudah sadar akan keberlangsungan penyu dengan tidak menangkap dan
mengambil telur penyu, namun ada beberapa masyarakat juga yang masih melakukan
perburuan penyu serta telur penyu. Ancaman perburuan penyu untuk dijual maupun
untuk dikonsumsi sendiri oleh manusia merupakan ancaman terbesar.
Dengan melihat ancaman tersebut ada beberapa
pemuda-pemudi yang berasal dari luar kampung sekitar dan juga beberapa
mahasiswa UNIPA yang ingin sekali berbuat sesuatu untuk keberlangsungan hidup
penyu. Dari kepedulian tersebut maka dilakukan pengamatan dan juga pengecekan
status penyu di daerah kaironi yang dilaksanakan pada tangal 6 – 8 juni 2014.
Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama 2 malam, didapatkan hasil sebagai
berikut :
Aktifitas
malam pertama : Menemukan satu penyu Lekang yang
berhasil melakukan peneluran dengan jumlah telur yang berhasil dikeluarkan
yaitu 96 butir telur, serta sarang direlokasi (dipindahkan) ke daerah yang
lebih aman, dikarenakan sarang awal terlalu dekat dengan daerah pasang
tertinggi. Setelah merelokasi (memindahkan) sarang ke daerah yang lebih aman,
ditemukan 76 tukik yang menetas dan berusaha keluar dari dalam sarang untuk
menuju ke pantai.



Gambar 2. Penyu
lekang yang naik ke pantai
Gambar
3. Proses relokasi sarang
Gambar
4. Tukik penyu yang telah menetas
Aktifitas malam kedua:
Masyarakat lokal yang menemukan satu penyu lekang namun penyu tersebut belum
sempat bertelur karena sudah di tangkap oleh masyrakat sekitar. Dari informasi
yang didapatkan langsung dari masyrakat yang menemukan penyu lekang tersebut,
rencananya penyu tersebut akan dibunuh dan dijual ke pasar, namun masyarakat
tersebut melihat ada pemuda-pemudi yang melakukan aktifitas di pantai sehingga
niat untuk membunuh dan menjual penyu tersebut di batalkan. Masyarakat sekitar
dan juga pemuda-pemudi lainnya bersama-sama,melepaskan penyu lekang tersebut kembali
ke laut.
Gambar
5. Penyu lekang yang ditangkap masyarakat sekitar dan siap untuk dilepaskan ke
laut
Selain melakukan aktivitas pada
malam hari, pemuda - pemudi yang peduli juga melakukan aktivitas pada siang
hari di pantai Kaironi, yaitu untuk melihat sarang - sarang yang telah dirusak
maupun sarang - sarang yang masih baik. Dari hasil pengamatan di pantai
didapatkan ada 64 sarang yang rata-rata sudah dirusak oleh binatang predator
(anjing, babi,buaya) maupun dirusak oleh manusia untuk mencari telur penyu.
Gambar 6. Sarang penyu yang
dirusak
Sebagai bentuk kepedulian
terhadap keberlangsungan hidup penyu di pantai kaironi ada beberapa pemuda –
pemudi dan juga masyarakat setempat yang
mengusulkan untuk daerah Kaironi dijadikan kawasan
perlindungan dan juga kawasan penangkaran penyu. Namun tanpa
bantuan dari berbagai pihak maka daerah pantai peneluran penyu di kaironi akan
menjadi kenagan saja. Mari bersama-sama kita peduli dan turut aktif dalam
perlindungan terhadap penyu namun juga tidak mengesampingkan kepentingan masyarakat
sekitar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar